Are you a member? sign in or take a minute to sign up

Cancel
logo

Mahkamah Agung Republik Indonesia

PENGADILAN NEGERI BOJONEGORO

Bantuan Delegasi PN Bojonegoro

Direktori Putusan PN Bojonegoro

Surat Keterangan Online

Sistem Informasi Penelusuran Perkara

siSuper

E-Tilang

Sengketa Tanah Eks SMA PGRI I Bojonegoro Berakhir Damai Di Hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bojonegoro

Sengketa Tanah Eks SMA PGRI I Bojonegoro Berakhir Damai Di Hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bojonegoro

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bojonegoro pada persidangan yang terbuka untuk umum (Rabu, 22/9) mengucapkan putusan perdamaian dalam perkara perdata sengketa tanah eks SMA PGRI I Bojonegoro antara para Ahli Waris H. Abu Dardak sebagai para Penggugat lawan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Dasar dan Menengah Persatuan Guru Republik Indonesia Jawa Timur dan Cabang Bojonegoro sebagai para Tergugat. “Mengadili: Menyatakan bahwa antara para Penggugat dan para Tergugat telah dicapai perdamaian yang dituangkan dalam Surat Kesepakatan Perdamaian tanggal 11 September 2021. Menghukum para Penggugat dan para Tergugat untuk mentaati isi Kesepakatan Perdamaian yang telah disepakati tersebut,” tegas Ketua Majelis Hakim saat membacakan amar Putusan Nomor 2/Pdt.G/2021/PN Bjn sesuai hasil musyawarah Majelis Hakim yang terdiri dari Zainal Ahmad, S.H., sebagai Ketua Majelis, Ainun Arifin, S.H., M.H., dan Sonny Eko Andrianto, S.H., M.H., masing-masing sebagai hakim anggota, dibantu Poedji Wahjoe Oetami, S.H., sebagai Panitera Pengganti.

Persidangan perkara gugatan sengketa tanah eks SMA PGRl tersebut mulai bergulir sejak didaftarkan pada tanggal 4 Januari 2021. Proses mediasi telah ditempuh berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi namun kandas karena para pihak belum menemukan kata sepakat. Pihak Ahli Waris menuntut agar tanah seluas ±4.345 m2 yang terletak di Desa Pacul Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro, bersertifikat hak milik alas nama H. Abu Dardak dimana gedung eks SMA PGRl I Bojonegoro berdiri dikembalikan kepada Ahli Waris, sementara pihak Yayasan bersikukuh walaupun Sertifikat Hak Milik terdaftar atas nama H. Abu Dardak namun tanah tersebut dibeli oleh H. Abu Dardak untuk Yayasan. Mediasi gagal, persidangan acara pembuktian pun digelar, kedua belah pihak “bertarung” bukti surat dan saksi di ruang sidang hingga masuk ke tahap kesimpulan, Pada persidangan tanggal 15 September 2021 kabar baik itu pun tiba, para Pihak yang bersengketa datang menghadap dengan membawa kesepakatan perdamaian dimana para Pihak sepakat tanah tersebut akan dijual bersama dan hasilnya dibagi dua secara adil. Menyikapi keinginan para Pihak untuk berdamai tersebut, Ketua Majelis kemudian menunjuk Hakim Sonny, sebagai Hakim Anggota Pemeriksa Perkara untuk menjalankan fungsi mediator hingga akhirnya putusan perdamaian dapat diucapkan sebagai  tanda sengketa antara para pihak telah selesai dengan indah. (Humas PN Bojonegoro)