Are you a member? sign in or take a minute to sign up

Cancel
logo

Mahkamah Agung Republik Indonesia

PENGADILAN NEGERI BOJONEGORO

Bantuan Delegasi PN Bojonegoro

Direktori Putusan PN Bojonegoro

Surat Keterangan Online

Sistem Informasi Penelusuran Perkara

siSuper

E-Tilang

Sosialisasi E-Bima pada Pengadilan Negeri Bojonegoro

Sosialisasi E-Bima pada Pengadilan Negeri Bojonegoro

Bima 2021 (3)

Bertempat di ruang Pertemuan Pengadilan Negeri Bojonegoro, Rabu 22 September 2021 dilaksanakan sosialisasi aplikasi e-BIMA oleh staff Umum dan Keuangan Ari Bagus,,SH. dan Mutiara Nastya,SH.MH. Sosialisasi ini dihadiri oleh Wakil Ketua, Hakim Pengawas Bidang, Panitera, Sekretaris, Panitera Muda Perdata, Kasubbag Umum dan Keuangan, serta para staff di Kepaniteraan Perdata dan Sub Bag Umum dan Keuangan.

Bima 2021 (2)

Aplikasi e-BIMA yaitu singkatan dari Electronic Budgeting Implementation Monitoring Accountability/aplikasi yang berguna untuk monitoring pengawasan terhadap penggunaan anggaran DIPA pada Mahkamah Agung RI.Tujuan e-Bima sebagai alat monitoring dan pengawasan terhadap realisasi anggaran dan pendapatan serta uang titipan pihak ketiga oleh pimpinan satker tingkat pertama, tingkat banding,tingkat eselon I, dan tingkat lembaga adalah:

  1. Penyajian data realisasi anggaran dan pendapatan secara online
  2. Sebagai sarana integrasi data dari beberapa aplikasi keuangan dan pengadaan barang (SIRUP, LKPP, SPAN, e-Katalog, Satu DJA, SMART, e-Rekon & LK, SAKTI, SILABI, KOMDANAS)
  3. Menampilkan data sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan.

Aplikasi e-BIMA ini nantinya akan tersinkronisasi dengan aplikasi-aplikasi keuangan Mahkamah Agung lainnya seperti aplikasi SMART, SIMPONI, dan SAKTI. Diharapkan setelah aplikasi e-BIMA diluncurkan dapat membantu ketua-ketua satker untuk melakukan pengawasan secara real-time dengan cara yang lebih efisien.

Bima 2021

Wakil Ketua PN Bojonegoro, Estafana Purwanto,SH.MH. mengatakan dengan adanya aplikasi e-Bima kita dapat melihat realisasi anggaran sesuai yang kita rencanakan atau tidak, on track atau tidak, harapan kita semoga ke depannya secepatnya dapat terintegrasi dengan aplikasi lainnya, sehingga operator tidak kerja dua kali.